Pasar Hexagon
Pasar Hexagon
Pasar Hexagon


Nama
Pasar Hexagon
Nama Dahulu
Pasar Ikan
Tahun Pembangunan
1920
Alamat
Jalan Pasar Ikan
Kelurahan : Penjaringan
Kecamatan : Penjaringan
Kota : Jakarta Utara
Kode Pos : 14440
Batas-batas
Utara : Lahan eks Kampung Aquarium
Timur : Pelabuhan Sunda Kelapa
Selatan : Bangunan Eks Pelelangan Ikan
Barat : Jl. Pasar Ikan, Lahan Bekas Pasar Tematik (urugan kanal)
Arsitek/ Pembangun
Belum Diketahui
Koordinat/UTM
S 06°07'33,1" E 106°48'30,8" 48M 700138.14 E 9322545.28 S
Status Kepemilikan
Perusahaan Daerah Pasar Jaya
Fungsi Sekarang
Kosong
Pengelola
PD Pasar Jaya
Sejarah
Sejarah Kawasan
Kawasan ini dulu dikenal dengan nama Sunda Kelapa yang merupakan pelabuhan utama Kerajaan Pajajaran (abad ke 15-16 M) dan Kerajaan Islam Banten (16-17 M). Kota ini kemudian dikuasai oleh VOC yang dipimpin oleh J P. Coen pada awal abad 17 dan diganti namanya menjadi Batavia. Batavia kemudian menjadi pusat kegiatan jaringan perniagaan-perdagangan maritim internasional karena posisinya yang strategis. Komoditi utama Batavia adalah rempah-rempah dan hasil bumi lainnnya. Berbagai bangunan dan struktur penunjang perniagaan dibangun di kawasan ini, seperti gudang penyimpanan, kantor pemerintah dan perniagaan, pelabuhan, kanal, jembatan, dan tembok keliling yang di lengkapi bastion.
Sejarah bangunan
Bangunan ini dimanfaatkan sebagai tempat pendaratan, pelelangan dan pemasaran ikan. Pada tahun 1929, Pasar Heksagon mengalami beberapa perbaikan dan pembaharuan pada blok-blok kelontong, tekstil, dan ikan. Perbaikan dan pembaharuan tersebut merupakan bagian dari anggaran belanja Gemeente Batavia . Dari tahun ke tahun (mulai tahun anggaran 1906), Gemeente Batavia selalu memperhatikan herstelling-verbetering-vernieuwing (pemulihan-perbaikan-pembaharuan) pasar-pasar yang ada di Batavia antara lain Pasar Luar Batang, Pasar Senen, Pasar Glodok, Pasar Pagi, dan lainnya (Pemprov DKI, 1991:97). Tahun 1959, Pasar Heksagon mengalami renovasi.
Sejak bangunan tempat pelelangan ikan tidak digunakan lagi, bangunan pasar ini sebagian menjadi tempat hunian penduduk / pedagang.
Sejarah peristiwa
Sejarah peristiwa belum diketahui.
Riwayat Pelestarian
Sedang dalam tahap DED Renovasi Ulang di tahun 2018.
Status penetapan
Tingkat Provinsi DKI Jakarta : SK Gub no.475 tahun 1993 (JU7).
Tingkat Nasional : SK Mendikbud no.237 tahun 1999.


Uraian Fisik Objek :
Gaya / Langgam
Bangunan memiliki langgam arsitektur ekletik. Pencampuran arsitektur tropis terlihat di bentuk atap perisai susun yang memiliki sirip dan tritisan lebar.
Tapak (blockplan)
Tapak berada di kawasan yang dikelilingi air laut dan diapit oleh Pelabuhan Sunda Kelapa. Hanya terdapat 1 massa bangunan pada tapak dan langsung berhadapan tegak lurus dengan Jalan Pasar Ikan. Akses kawasan dari Jalan Pasar Ikan sebelah Komplek Museum Bahari. Tapak ini berbentuk trapesium terbalik Bangunan dibuat mengelilingi tapak dengan halaman terbuka di tengah-tengah bangunan. Akses masuk berada di sepanjang fasad sisi luar bangunan. Akses masuk utama ke halaman tengah dari sisi selatan, berseberangan dengan tempat pelelangan ikan (TPI).
Wujud bangunan
Bangunan tidak bertingkat dengan ketinggian lisplank atap setinggi ± 2 m.
Denah bangunan berbentuk segi enam sebanyak empat buah yang disebar di sudut tapak dan dihubungkan oleh massa persegi panjang. Akes masuk bangunan ada di sepanjang fasad luar, satu pintu di setiap sisinya.
Dinding berupa pasangan ½ bata untuk dinding dalam dan panel kayu untuk dinding fasad luar.
Atap berbentuk perisai susun bersirip dan memiliki tritisan lebar. Penutup atap berupa genting dan bubungan tanah liat.
Tampak muka (barat) memperlihatkan dinding panel kayu (diduga ...) dengan pintu di sebelah kanan pada setiap sisi heksagon. Bentuk atap terlihat jelas dan dominan di keselurahan tampak fasad.
Tampak samping (utara, timur, selatan) memperlihatkan bentuk fasad serupa dengan fasad depan.
Tampak belakang (bagian dalam bangunan) berupa dinding batu bata dengan pintu masuk di setiap sisinya.


Uraian interior dan elemen arsitektur yang khas
Dinding
Dinding pasar menggunakan papan kayu, tetapi dinding dalam sebagian menggunakan bata.
Pintu dan Jendela
Berbentuk arch dengan kusen batu tebal berwarna hitam. Bukaan ini terletak di dinding tembok yang membatasi tampak timur bangunan.
Pasar heksagon tidak memiliki jendela, hanya ada beberapa ventilasi. Pintu asli diduga dari susunan papan vertikal atau susunan papan yang bisa dilepas pasang.Lantai
Lantai pasar sudah mengalami perubahan, tidak ditemukan lantai lama.
Plafond
Plafond pasar asli diduga mngikuti kemiringan penutup atap, tetapi ditemukan juga pada beberapa bagian plafond asbes dari era awal abad 20.
Struktur/konstruksi bangunan
Struktur atap berupa perisai susun bersirip dengan kuda-kuda kayu. Penutup atap berupa genting tanah liat. Skala atap lebih dominan di bangunan ini daripada badannya. Dari tampak depan, atap menutupi dinding fasad hingga hampir tidak terlihat. Atap dibuat menerus mengelilingi seluruh bangunan dan susunan atap dibuat berseling di setiap pertemuan massa bangunan.
Struktur bangunan seluruhnya berupa kolom dan balok kayu.
Pondasi berupa pondasi beton setempat yang saling menyambung ke arah memanjangnya (hasil studi penggalian tahun 2017). Pada awal abad ke-20, penggunaan bahan pondasi modern seperti beton bertulang mulai populer.
Kelangkaan dan signifikansi arsitektural
Merupakan fasilitas kota yang menjadi penanda perkembangan kawasan Kotatua yang dapat diidentifikasi melalui langgam arsitektur Indis dan Jawa pada bangunan Pasar Heksagon.
Ukuran
Luas tapak/lahan: 3.155 m2 (Data Presentasi PD. Pasar Jaya 2016).
Luas bangunan: 2.403 m2 (Asumsi pengukuran pada Peta Dinas Penataan Kota Pemprov DKI Jakarta).
Kondisi Saat ini
Kondisi Makro Lingkungan (saat ini)
Kondisi lingkungan Pasar Heksagon dan sekitarnya pada umumnya cukup terawat dengan adanya beberapa kompleks cagar budaya di zona A ini dan saat ini kawasan sedang dalam kondisi penataan ulang. Walaupun pernah dilakukan penertiban pada bulan Mei 2016, beberapa warga masih menggunakan bangunan dan lingkungan sekitar sebagai tempat tinggal dikarenakan belum adanya keputusan definitif untuk peruntukan lahan dan rencana strategis kawasan.
Kondisi Mikro Lingkungan (saat ini)
Bangunan tidak memiliki pagar pembatas tapak dan menghadap langsung dengan jalan. Jalan sekitar bangunan berupa jalan perkerasan beton. Tidak ada pedestrian di sepanjang jalan, jadi pejalan kaki menggunakan jalan kendaraan. Drainase baru dibuat mengelilingi bangunan dan masih ada konflik kepemilikan tanah. Di sekitar tapak banyak puing runtuhan bangunan dan sampah. Kondisi permukaan air lebih tinggi daripada pasar hexagon menyebabkan air genangan lama hilangnya dan berbau tidak sedap.
Kondisi keterancaman
Bangunan dalam kondisi bahaya karena saat ini tidak digunakan karena rawan roboh dan belum ada rencana perbaikan dalam waktu dekat.
Faktor ancaman yang paling besar berasal dari kondisi struktur bangunan yang tidak terawat dan rawan terjadi kerusakan lanjut.
Kondisi keterawatan secara umum
Secara umum bangunan dalam kondisi rusak akibat pembongkaran. Sebagian bangunan runtuh dan sisanya rawan runtuh sehingga bangunan tidak layak digunakan.
Dua atap bentuk hexagon bangunan sisi selatan pasar diruntuhkan dan rusak karena adanya bangunan tambahan liar yang menempel pada pasar. Sisa dinding, papan, kolom serta struktur kayu hilang seluruhnya. Saat ini tampak depan pasar ditutupi lembaran pagar seng.
Kondisi dalam bangunan juga penuh sampah dan puing bongkaran, saluran air tidak mengalir dan tanaman liar mulai menutupi permukaan halaman.
Kerusakan
Kerusakan akibat pembongkaran bangunan tambah dengan beko mengakibatkan bagian asli ikut terbongkar terutama struktur atap dan kolom asli. Pembongkaran dengan beko dilakukan hingga bangunan di sayap selatan rata tanah.
Perubahan bentuk
Secara umum, sudah ada perubahan bentuk siluet bangunan. Sisi utara dan timur bangunan sempat digunakan warga setempat sebagai hunian liar dengan membangun struktur tambahan semi-permanen, bahkan di sisi timur sempat dibuat beberapa hunian liar dua tingkat.
Bagian dalam pasar juga mengalami penambahan dan perubahan seperti toilet, ruang kantor. Los dalam pasar diduga juga mengalami perubahan tanpa perencanaan yang rapi dan terencana sejak awal kemerdekaan.


Lokasi
Jl. Ps. Ikan No.1, RT.11/RW.4, Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14440